Jumat, 28 Oktober 2011

Mata Hamba Memandang Belas-Kasihan TUHAN

Lihat, seperti mata para hamba laki- laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita. (Mzm 123:2)


Apapun beban persoalan kita, satu hal yang harus selalu kita ingat, bahwa Tuhan pasti sanggup.. Dia masih sanggup.. Tangan Tuhan tak akan terlambat untuk menangkap setiap langkah beban kehidupan kita.. TelingaNya tidak kurang peka untuk mendengar seruan doa kita..

Bagian kita untuk selalu percaya dan terus berbuat sebaik yang kita bisa, seperti hamba yang setia pasti beroleh belas-kasihan dari Tuannya.

sumber: ARK

_____ 
Apakah Anda diberkati dengan artikel diatas? Bila ya, silahkan bagikan artikel diatas kepada saudari/a atau teman-teman Anda, supaya hidup Anda juga dapat menjadi saluran berkat bagi sesama. God bless you!

www.dailybibletalks.blogspot.com 
Facebook page, search and like : Daily Bible Talks 
Twitter, follow us @DailyBibleTalks


Jumat, 14 Oktober 2011

Golden Verse (Ayat Emas Alkitab)


Lukas 12:6-7
Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Markus 11:25
Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."

Markus 11:24
Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Mazmur 20:4
(20-5) Kiranya diberikan-Nya kepadamu apa yang kaukehendaki dan dijadikan-Nya berhasil apa yang kaurancangkan.

Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

_____ 
Apakah Anda diberkati dengan artikel diatas? Bila ya, silahkan bagikan artikel diatas kepada saudari/a atau teman-teman Anda, supaya hidup Anda juga dapat menjadi saluran berkat bagi sesama. Seperti yang tertulis "Barang siapa memberi, kepadanya juga akan ditambah-tambahkan" ... God bless you! 

www.dailybibletalks.blogspot.com
Facebook page, search and like : Daily Bible Talks
Twitter, follow us @DailyBibleTalks

Rabu, 12 Oktober 2011

BERSERAH VS PASRAH

Lukas 1:38 Kata Maria: " Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu. " Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Berserah seringkali disalah artikan dengan pasrah, padahal ada perbedaan yang cukup mencolok dari keduanya

Pasrah adalah membiarkan segala sesuatunya berjalan sesuai dengan yang lingkungan perbuat tanpa mengambil keputusan tindakan dari diri sendiri

Sedangkan Maria, calon ibu Yesus disini memberi pengertian dari kata berserah, yaitu tetap bahkan menambah porsi action untuk melakukan segala sesuatunya sesuai dengan kehendak Allah, dan mempersilahkan Allah sendiri yang mengarahkan jalur kehidupannya

Apakah kita dapat melihat perbedaannya?
Mari kita belajar hidup berserah didalam kehendak Kristus..dan bukan dengan pasrah tak berdaya

Sumber: ARK

_____ 
Apakah Anda diberkati dengan artikel diatas? Bila ya, silahkan bagikan artikel diatas kepada saudari/a atau teman-teman Anda, supaya hidup Anda juga dapat menjadi saluran berkat bagi sesama. Seperti yang tertulis "Barang siapa memberi, kepadanya juga akan ditambah-tambahkan" ... God bless you! 

www.dailybibletalks.blogspot.com
Facebook page, search and like : Daily Bible Talks
Twitter, follow us @DailyBibleTalks

Apa yang Orang INGAT Tentang Diri Kita?

Mazmur 112:6b orang benar itu akan diingat selama- lamanya.

Seperti ada pantun yang berbunyi "gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama", rupanya pantun tersebut cukup Alkitabiah

Ketika seseorang meninggalkan dunia ini, orang-orang di sekelilingnya akan mengenang masa-masa ketika orang tersebut hidup. Yang menjadi pertanyaan, orang macam apakah yang akan diingat oleh sekeliling tentang diri kita?

Apakah oranglain justru akan mensyukuri kepergiannya? (seperti bila kita melihat kematian penjahat kelas dunia yang banyak menyengsarakan oranglain)

Ataukah kita cukup bermanfaat bagi kemajuan sesama yang akan dikenang sepanjang masa? (seperti ketulusan mother Theresa dalam menolong mengobati dan memberi makan bagi orang banyak yang kurang beruntung)

Pilihan kenangan hidup ini beraada ditangan masing-masing diri kita sendiri


Sumber : ARK
_____ 
Apakah Anda diberkati dengan artikel diatas? Bila ya, silahkan bagikan artikel diatas kepada saudari/a atau teman-teman Anda, supaya hidup Anda juga dapat menjadi saluran berkat bagi sesama. Seperti yang tertulis "Barang siapa memberi, kepadanya juga akan ditambah-tambahkan" ... God bless you! 

www.dailybibletalks.blogspot.com
Facebook page, search and like : Daily Bible Talks
Twitter, follow us @DailyBibleTalks

Selasa, 04 Oktober 2011

Ilustrasi: Bermula dari Jebakan Tikus

Sepasang suami istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Seekor tikus memperhatikan makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??” Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang, mendatangi ayam dan berteriak “ada perangkap tikus”. Sang Ayam berkata “Tuan Tikus, Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh padaku”

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata “Aku turut ber simpati, tapi tidak  ada yg bisa aku lakukan”
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. “Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali”
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata “Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku”



Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.
Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yg terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah.

Walaupun sang Suami sempat membunuh ular tersebut, sang Istri tetapi harus di bawa ke rumah sakit. Beberapa hari kemudian istrinya demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. Dengan segera ia menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.

Tetapi sakit sang Istri tak kunjung reda. Seorang teman menyarankan utk makan hati kambing.
Ia lalu menyembelih kambing untuk mengambil hatinya. Istrinya tidak sembuh dan akhirnya meninggal dunia.
Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan para pelayat.

Dari kejauhan sang Tikus menatap dgn penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tdk digunakan lagi.

SUATU HARI, KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN   URUSAN ANDA… LEBIH BAIK PIKIRKANLAH LAGI!

sumber: CK

Tanpa Diawasi

Ketika teras belakang dari rumah kami mulai runtuh, saya sadar bahwa saya tidak akan dapat memperbaikinya sendiri. Jadi saya menelepon beberapa tempat, mendapat beberapa penawaran, dan memilih seorang tukang untuk membangun teras baru.

Setelah teras itu selesai dikerjakan, saya memeriksa dengan cermat hasil pekerjaannya dan menemukan sejumlah masalah. Agar memperoleh pendapat dari pihak lain, saya memanggil seorang pengawas bangunan dan saya pun terkejut. Tukang itu ternyata tidak punya izin untuk membangun. Ia bekerja tanpa pengawasan pihak berwenang dan telah melanggar banyak peraturan pembangunan.

Peristiwa ini mengingatkan saya tentang satu kebenaran penting (selain memintanya untuk menunjukkan izin membangun): Kita sering gagal melakukan yang terbaik, ketika kita tidak merasa perlu bertanggung jawab kepada pihak yang berwenang.

Dalam Kitab Suci, kita melihat prinsip ini dijelaskan dalam dua dari perumpamaan yang diceritakan Yesus (Mat. 24:45-51; 25:14-30). Dalam kedua kisah tersebut, ada seorang pekerja yang tidak diawasi menemui kegagalan ketika tuannya pergi. Namun, kita melihat contoh yang berbeda di Amsal 6. Kita melihat teladan dari semut, yang bekerja dengan baik tanpa ada pengawasan yang nyata. Semut secara alami melakukan pekerjaannya tanpa perlu diawasi.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita melakukan pekerjaan baik hanya ketika ada orang lain yang mengawasi? Ataukah kita menyadari bahwa segala pekerjaan kita adalah untuk Allah, dan oleh sebab itu kita melakukan yang terbaik setiap saat—bahkan ketika tidak ada seorang pun yang mengawasi?

Allah melihat dan tahu apa yang kita kerjakan: Dia akan menghargai kesetiaan kita; Dengan menyadari kewenangan-Nya, Mari kerjakan yang terbaik bagi Kristus Tuhan
Siapa pun atasan Anda, sesungguhnya Anda sedang bekerja bagi Allah.
 
sumber: RBC 

Kamis, 22 September 2011

SEJAUH SATU MIL

Berjalan sejauh “dua mil”
hanya dimungkinkan
apabila kita sudah berjalan...Sejauh satu mil




 
Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. (Matius 5:41)

Di sini Yesus menggambarkan suatu situasi di mana hukum, adat istiadat, memung kinkan seseorang memaksa orang lain untuk berjalan sejauh satu mil bersamanya. Melalui cara tersebut Yesus sebetulnya sedang mengajarkan: “Jika kamu mengalami hal ini, janganlah hanya berjalan satu mil dengan orang tersebut, melainkan dua mil. Berjalanlah sampai dua kali jauhnya dari apa yang ia tuntut darimu sebagai haknya.” Dapat dikatakan bahwa satu mil yang pertama melambangkan kewajiban, mil yang kedua melambangkan kasih. Kasih dengan cuma-cuma berarti melakukan sesuatu dua kali lebih besar dari yang diwajibkan.
 

Ucapan Yesus tersebut memicu lahirnya ungkapan “berjalan sejauh dua mil.” Akan tetapi, di dalam ungkapan tersebut terkandung suatu pengertian sederhana serta logis yang sering kali terlewatkan. Banyak tindakan serta ucapan orang Kristen yang seakan-akan mencerminkan bahwa apabila mereka sudah mengekspresikan kasih, maka secara otomatis mereka dibebaskan dari kewajiban-kewajiban normal yang harus dijalankan sebagai perorangan maupun sebagai anggota masyarakat. Padahal, kebenarannya justru yang sebaliknya. Anda dapat berjalan sejauh dua mil hanya setelah Anda berjalan sejauh satu mil. Ekspresi kasih hanya dapat dimulai setelah kewajiban dipenuhi.
 

Prinsip yang sama diungkapkan oleh Paulus dalam Roma 13:8, Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Di sini sekali lagi, urutan dinilai penting. Persyaratan yang negatif disodorkan terlebih dulu: Janganlah kamu berhutang apa-apa. Perintah ini mencakup semua kewajiban kita di bidang hukum maupun etika. Kita harus terlebih dulu memenuhi kewajiban ini, baru kita dapat melangkah kepada persyaratan yang positif, yaitu saling mengasihi. Kasih kristiani tidak sejalan dengan kegagalan untuk memenuhi kewajiban kita di bidang hukum maupun etika. Kita boleh menguraikan pernyataan tersebut dengan kata-kata sendiri seperti ini: Kasih sejati dapat diekspresikan setelah semua hutang dipastikan sudah dibayar.

sumber: DPM